JofiPay-Pada pekan ini banyak agenda atau pertemuan tingkat tinggi yang akan mempengaruhi pergerakan pasar/ekonomi global.Pertemuan dan rapat bank sentral juga akan digelar.

Masing-masing kegiatan ini akan mempengaruhi potensi untuk mendorong pasar keuangan dan membentuk prospek pertumbuhan global setelah melambat pada kuartal pertama.

Berikut agenda penting yang menjadi perhatian pelaku pasar,

Senin

Pertemuan KTT negara-negara G-7,Pertemuan tersebut berakhir dengan Presiden Donald Trump memulai menjauh dengan sekurunya pada Twitter, yang berpotensi menyebabkan gesekan baru pada perdagangan.

Selasa

Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu di Singapura, yang menjadi pertemuan pertama yang pernah diadakan. Trump pekan lalu memprediksikan pertemun tersebut akan "sukses besar" dan mengatakan mungkin dia bisa menandatangani perjanjian dengan Kim untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea.

Sementara itu di AS, pemerintah merilis laporan bulanan mengenai inflasi yang akan menjadi indicator utama mengenai seberapa panas ekonomi AS melaju.

Rabu

Bank sentral AS, Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya tahun ini. Gubernur The Fed Jerome Powell mengadakan konferensi pers, dan dia serta rekan-rekannya juga akan mempublikasikan proyeksi baru yang dapat menunjukkan potensi kenaikan suku bunga empat kali tahun ini secara keseluruhan, bukan tiga yang mereka ungkapkan pada bulan Maret.
untuk Euro lelang surat utang Italia akan mempengaruhi pergerakan mata uang tersebut.

Sementara itu di Inggris, data inflasi akan membantu Bank of England menentukan apakah akan menaikkan suku bunga atau tidak.

KAMIS

Bank Sentral Eropa semakin mendekati ke akhir program pembelian obligasi dengan para pembuat kebijakan hari Kamis akan mengadakan pembicaraan formal pertama mendenai kapan dan bagaimana melakukannya.

Sekitar sepertiga dari responden survei Bloomberg terhadap ekonom memprediksi Presiden European Central Bank, Mario Draghi, akan menetapkan tanggal akhir untuk pembelian pad kamis, sementara 46% dari responden mengatakan dia akan menunggu hingga Juli untuk mengungkapkan rinciannya.

JUMAT

Bank of Japan kemungkinan akan mengakhiri minggu tanpa adanya agenda pengetatan kebijakan moneter. BOJ masih melakukan pembelian obligasi pemerintah dalam jumlah besar dan akan didorong untuk terus melakukannya dengan data yang menunjukkan bahwa inflasi masih jauh dari target 2% dan ekonomi menyusut pada kuartal pertama.