JofiPay-Kabar terbaru dari sengketa dagang AS dan China adalah bahwa Amerika Serikat (AS) siap untuk menunda atau bahkan membatalkan pengenaan bea masuk baru untuk importasi produk China senilai US$ 160 miliar yang sedianya berlaku 15 Desember.

Seperti yang diberitakan oleh Reuters,bahwa AS juga akan memberikan diskon hingga 50% atas biaya masuk yang berlaku selama masa perang dagang yang sudah berjalan lebih dari setahun.
Dalam masa periode perang dagang,Amerika Serikat telah mengenakan biaya masuk terhadap importasi produk made in China senilai US$ 550 miliar selama periode tersebut.

Tetapi tidak semua biaya masuk yang diberikan diskon,kemungkinan US$ 375 miliar-nya saja.Tawaran-tawaran dari AS ini segera berlaku bila puhak China menyetujuinya.
Respon China atas berita tersebut adalah positif,China juga berencana untuk membeli produk pertanian AS senilai US$ 50 miliar tahun depan. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2017, sebelum perang dagang meletus.

Optimisme atas perkembangan pembicaraan perdagangan AS dan China membuat Presiden AS Donald Trump tampak gembira.
Dalam ciutan twitternya Trump mengatakan "Kita sudah sangat dekat untuk sebuah kesepakatan dengan China. Mereka menginginkannya, begitu juga kita!"

Damai dagang AS-China yang sepertinya semakin dekat dengan kenyataan membuat pelaku pasar ogah bermain aman. Dengan prospek pertumbuhan ekonomi global seiring membaiknya arus perdagangan dunia, saatnya bermain agresif dan mengambil risiko.