Jofipay- Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan dibulan Juli ini,BI 7 Days Reverse Repo Rate dipangkas sebesar 2,5 bps ke level 4 persen.
Apabila terjadi pemangkasan maka sudah 4 kali berturut BI memangkas suku bunga acuan sejak 2020 lalu.
Gubernur Perry Warjiyo memberi sinyal bahwa sepertinya peluang untuk penurunan lebih lanjut tidak terlalu besar.

Gubernur Perry dalam konferensi pers usai RDG menjelaskan "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15-16 Juli 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%."

"Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease-2019)."

Sejumlah ekonom masih meragukan efektivitas kebijakan pemotongan suku bunga acuan,menurut mereka rendahnya suku bunga tak berbanding lurus dengan meningkatnya pertumbuhan kredit.

Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri misalnya, berpandangan daya dorong kebijakan suku bunga BI untuk menggerakkan investasi di sektor riil akan minim.

Hal tersebut tercermin dari melambatnya pertumbuhan kredit setelah BI rate diturunkan dua kali berturut-turut sebesar 25 bps pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Februari dan Maret 2020.