Jofipay- Perang dagang baru telah muncul dikawasan Asia,China pada Senin (18/5) kemarin mengumumkan perang dagang dengan Australia dengan mengenakan tarif impor sebesar 80,5 persen untuk gandum barley Negeri Kanguru tersebut. Pengenaan tarif dimulai Selasa ini.

Genderang perang dagang mereka tabuh menyusul penyelidikan pemerintah China terhadap ekspor biji-bijian Australia. Hasil penyelidikan mengungkap China menemukan subsidi dan dumping yang dilakukan Australia.

"Temuan penyelidikan China menunjukkan kebijakan tersebut telah secara substansial merusak industri dalam negeri China," kata kementerian perdagangan Negeri Tirai Bambu dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Selasa (19/5)

Lebih dari 100 negara mengajukan draf resolusi untuk mengadakan evaluasi independen terhadap China terkait pandemi Covid-19. Draf resolusi yang diinisiasi oleh Australia ini telah memantik perang dagang antara China dan Australia. China menangguhkan impor daging sapi dan berencana mengenakan tarif pada jelai Australia.

Canberra bersikeras meminta penyelidikan pandemi itu, yang katanya kemungkinan besar berasal dari pasar satwa liar di kota Wuhan di China. Seruan penyelidikan asal-usul virus corona digulirkan di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan China atas wabah virus corona pertama kali oleh Presiden AS Donald Trump.

Sikap ganda Australia itu tampaknya membuat China enggan memenuhi permintaan perundingan mengenai pelonggaran ketegangan perdagangan, dan hingga kini belum ada pernyataan apapun pejabat terkait dari otoritas China.

“Permintaan itu belum dipenuhi dengan panggilan yang ditampung pada tahap ini,” katanya pada program ABC ‘Insiders’. kata Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham dalam sebuah wawancara di televisi di Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Minggu (17/05/2020).

Lebih jauh Birmingham mengatakan Australia berhak untuk membawa kasus terhadap China ke WTO jika Beijing mengenakan tarif pada gandum Australia sebagai aksi balasan atas penangguhan impor daging China.

Hubungan Australia-China memanas di tengah pandemi Covid-19 dan Australia menuduh China telah ikut campur tangan urusan dalam negeri dan kekhawatiran Australia tentang pengaruh China yang semakin membesar di kawasan Pasifik