JofiPay- Langkah dan usaha dari Perdana Menteri Inggris untuk memboyong negaranya keluar dari Uni Eropa mendapatkan banyak sandungan.
Proposal yang diajukan mendapat dua kali penolakan dari Parlemen Inggris.

Perdana Menteri Inggris naik pitam sehingga mengeluarkan pernyataan yang penuh amarah dengan mengaskan bahwa ia akan tetap membawa Inggris keluar dari Uni Eropa dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober mendatang.

Dikutip dari warta luar negeri bahwa Johnson lebih baik mati daripada menunda Brexit untuk kesekian kalinya,Kita harus keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober,tegas dia.

Seperti diketahui bahwa Perdana Menteri Inggris kalah dalam pemunggutan suara di Parlemen yang dilakukan Rabu pekan lalu,suara di Parlemen terpecah dengan dominasi sepakat menolak rencana Perdana Menteri keluar dari Uni Eropa.

Ditengah memanasnya situasi mengenai Brexit,pada hari Sabtu (7/9/2019) Menteri Tenaga Kerja dan Pensiun Inggris, Amber Rudd, mengundurkan diri dari pemerintahan dan Partai Konservatif Inggris.

Amber Rudd,mengatakan “Saya telah mengundurkan diri dari kabinet dan menyerahkan cambuk Partai Konservatif. Saya tidak bisa lagi mendampingi pemerintahan dengan baik, para politikus konservatif yang setia dikeluarkan. Saya sudah berbicara dengan perdana menteri dan pejabat terkait untuk menjelaskan ini (pengunduran dirinya).”
Rudd adalah juga mantan Menteri Dalam Negeri Inggris yang dalam referendum Inggris 2016 memberikan suara agar Inggris tidak lagi bersama Uni Eropa.

Dalam surat pengunduran dirinya, Rudd menulis dia bergabung dengan pemerintahan berdasarkan keyakinan yang baik, termasuk menerima kemungkinan no-deal Bexit karena ini mungkin saja akan menjadi kesempatan yang ada akhir mencapai sebuah kesepakatan baru. Namun, Rudd saat ini mulai kehilangan keyakinannya kalau meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan tidak lagi menjadi fokus utama pemerintah.