JofiPay- Mengawali pekan ini,Senin (8/7) pukul 8.09 WIB,harga emas untuk pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.398,70 per ons troi, turun 0,10% dari posisi akhir pekan lalu pada US$ 1.400,10 per ons troi.

Harga emas terpukul cukup keras pada perdagangan Jumat lalu karena data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dibandingkan dengan prediksi analis.

Salah satu penyebab penurunan harga emas adalah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu.Dengan adanya data tenaga kerja yang lebih baik tersebut, ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau the Federal reserve (the Fed) akan memangkas suku bunga 50 persen pun luruh. Saat ini ekonom dan analis tengah menghitung ulang.

Meski tingkat pengangguran naik menjadi 3,7%. Tapi, non-farm payrolls bertambah 224.000 pada bulan Juni, lebih tinggi daripada ekspektasi di angka 160.000 dan lebih tinggi daripada bulan Mei yang hanya 75.000.

Analis Julius Baer,Carsten Menke mengatakan kepada Reuters "Data non-farm payrolls yang positif menjadi sentimen negatif bagi emas karena muncul pernyataan perlunya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang selama ini telah dihitung dalam harga dan mengerek harga emas."

Sedangkan Carlo Alberto De Casa, chief analyst ActivTrades mengatakan, tren utama harga emas bullish jika harga berada di atas level support US$ 1.380 dan batas psikologis US$ 1.400. "Perlambatan ekonomi AS yang akan membawa The Fed mengambil posisi dovish menjadi penopang harga emas," ungkap De Casa.

Untuk harga emas dalam negeri (ANTAM) hari ini, Senin (8/7/2019), kembali turun sebesar Rp1.000 per gram dibandingkan posisi harga pada Sabtu (6/7).

Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas batangan Antam hari ini dipatok senilai Rp700.000 per gram.

Harga emas Antam tercatat terus melemah dalam 4 hari berturut-turut setelah sempat meroket hingga Rp20.000 per gram pada Rabu (3/7). Saat itu, emas Antam menembus Rp714.000 per gram.