JofiPay,-Pada hari Senin 12/03/218 harga emas dan perak ditutup melemah,harga emas dan perak sempat menguat diawal perdagangan dikarenakan melemahnya indeks dolas AS,tetapi emas dan perak bergerak turun saat penutupan pasar pada hari Senin.

Harga emas juga tertekan oleh data upah tenaga kerja Amerika Serikat (AS) cukup baik sehingga mendorong optimisme pelaku pasar akan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Harga emas April di Comex turun $3.90 menjadi $1,320.20 perounce dan harga perak Mei di Comex ditutup turun $0.083 menjadi $16.525 perounce.

Analisa fundamental yang menjadi penggerak, pasar saham dunia hari Senin naik tinggi, mengikuti kenaikan pasar saham AS yang sudah lebih dahulu naik pada hari Jumat, kenaikan indeks saham karena laporan tenaga kerja AS yang membaik. Indeks Nasdaq100 mencatat harga tertinggi baru.

Kepala investasi Cabot Wealth Management Rob Lutts mengatakan "Investor sekarang bermain bertahan, jadi emas duduk di bangku cadangan untuk hari ini".
Lutts menjelaskan "Kenaikan suku bunga membuat persaingan semakin tinggi juga," dan emas sangat sensitif dengan kenaikan suku bunga karena harus bertarung dengan surat utang yang memberikan bunga.

Pasar investasi hari Senin masih dipengaruhi oleh ketetapan tariff bea masuk baja dan aluminium. Uni Eropa dan Cina mau melawan tarif ini. Situasi ini membuat pasar saham meningkat sementara investasi emas dan perak masih menanti berita penggerak pasar.

Pada pekan lalu, harga emas ditutup di level yang relatif netral dengan kisaran yang sempit. Harga emas berjangka pada April diperdagangkan pada US$ 1.325 per ounce.

"Emas masih akan mampu bertahan tetapi bisa diliputi tekanan karena kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS karena estimasi kenaikan suku bunga the Fed," jelas kepala riset ETF Securities Maxwell Gold, seperti dikutip dari Kitco, Senin (12/3/2018).

Aksi jual emas diperkirakan akan terus dilakuka oleh investor menuju saat-saat keputusan Bank Sentral AS pada 21 Maret nanti.