JofiPay-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus level Rp14.000.Pada perdagangan hari Selasa (15/5/52018), US$ 1 kala pembukaan pasar berada di Rp 13.979. Rupiah melemah 0,1% dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.

Rupiah terus bergerak melemah,pada pukul 09.00 WIB, dolar AS kembali menembus level Rp 14.000, tepatnya di Rp 14.017. Di sini rupiah melemah 0,37%.
Pelemahan rupiah ikut mendorong harga jual dolar AS di beberapa bank nasional naik di atas Rp 14.000.

Mayoritas mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS,tetapi rupiah yang paling dalam pelehanya dibading mata uang Asia lainya.

Indeks dolar pagi ini terpantau menguat 0,04%.Dalam sebulan terakhir, indeks ini sudah naik 3,15%.

Penguatan indeks dolar ini idukung oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Saat ini, yield obligasi AS tenor acuan 10 tahun berada di 2,999%. Tinggal sedikit lagi bisa menembus level 3%.

Dolar AS yang semakin positif ini juga dampak dari huungan perdagangnan antara AS dan China yang semakin membaik.
Wakil Perdana Menteri China Liu He akan bertolak ke AS pada 15-19 Mei mendatang guna melakukan negosiasi perdagangan. Begitu cepatnya negosiasi lanjutan nampaknya didorong oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang ingin membantu melepaskan raksasa teknologi asal China ZTE dari sanksi yang belum lama ini dikenakan.

Dari faktor domestik, investor sepertinya menunggu rilis data perdagangan internasional. Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data perdagangan internasional, di mana konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan neraca perdagangan April 2018 surplus US$ 672 juta. Kemudian ekspor diprediksi meningkat 12% secara year-on-year (YoY), sementara impor tumbuh 19,09% YoY.