JofiPay-Perang dagang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap China akan berdampak pada ekspor China,para pengamat ekonomi memperkirakan AS berhasil menekan ekspor nergeri China,dampaknya kan dirasakan China pada September ini.

Berita yang ditulis oleh Reuters mengenai pengamatan para ekonom megenai panasnya perang dagang AS dan China akan menekan ekspor China sebesar 8,9 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.
Kemungkinan perlambatan juga terjadi pada impor China.

Nomura sebagai salah satu ekonom dunia mengatakan "Jika perang dagang tetap berlanjut, bukan tidak mungkin dalam jangka menengah hingga panjang, pertumbuhan China akan terdampak," dan pertumbuhan impor China akan melambat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Akibat perlambatan tersebut ekonom memperkirakan surplus neraca perdagangan total China September akan anjlok tinggal US$19,4 miliar dari bulan sebelumnya yang masih mencapai US$27,89 miliar.
Sektor perindustrian di China juga akan terdampak oleh perang dagang ini,pertumbuhan industri China yang mengalami ekspansi selama 15 bulan terancam akan terhenti.

China telah berjanji meningkatkan potongan pajak bagi para eksportir untuk kedua kalinya pada tahun ini untuk mengatasi Dampak perang dagang ini.
Dampak sudah dirasakan China,di provinsi Guangdong yang disebut memiliki orientasi ekspor tertinggi dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) selama bulan September ini aktivitas manufaktur mandeg.