JofiPay-Menjelang pertemuan bank sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis (12/09) euro diperdagangkan relatif stabil terhadap dolar AS.
ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga dengan tujuan menstabilkan perekonomian zona euro.

Investor mempertimbangkan apakah stimulus moneter lebih lanjut akan efektif dalam melawan kelemahan ekonomi di zona euro ataukah ECB akan mengecewakan dovish ke pasar.
Ekspektasi untuk suku bunga euro masih akan bertahan diangka 0%.

Pembuat kebijakan ECB condong ke arah paket stimulus yang mencakup penurunan suku bunga, janji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama dan kompensasi untuk bank atas efek samping dari suku bunga negatif, lima sumber yang akrab dengan diskusi itu mengatakan pekan lalu.

Kepala analis valas di National Australia Bank, Ray Attrill,mengatakan "Data ekonomi China menunjukkan pandangan bahwa jika kita tidak melihat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China, maka pelonggaran lebih lanjut akan diperlukan.”

Shweta Singh, direktur pelaksana makro global di TS Lombard, mengatakan dalam sebuah catatan Rabu bahwa perubahan dalam komunikasi ECB "membingungkan."

Dengan ekonomi Italia stagnan pada kuartal kedua sementara Jerman, ekonomi terbesar di kawasan euro, mengalami kontraksi dan mengindikasikan pelemahan lebih lanjut yang akan datang, Singh menyarankan ada "sedikit ruang untuk optimisme pada prospek ekonomi."

"Manufaktur tetap berada dalam kepanikan dan kelemahan menyebar cukup cepat ke layanan. Bisnis sedang merevisi lebih rendah rencana perekrutan dan ekspansi mereka, mengutip lemahnya permintaan sebagai kendala utama pada produksi," kata Singh.