JofiPay-Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertekan.Nilai tukar rupiah VS dolar AS saat ini  berada  zona merah sejak 22 April 2019.Sentimen external terus membayangi pelemahan rupiah.Terutama rilis data AS yang sebagian besar positif.

Pada pagi ini Senin (06/05/2019) nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp14.125,50 melemah dari penutupan sebelumnya di Rp14,265.60.
Saat ini pada situs Bloomberg pukul 09:18 WIB kembali menguat 39.50 poin atau 0,28 persen ke level Rp14,305 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah sudah tertekan hampir dua pekan,sampai saat ini rupiah masih belum mampu kembali ke zona hijau.
Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,11 persen, peso Filipina melemah 0,29 persen, won Korea Selatan melemah 0,32 persen, dolar Singapura melemah 0,36 persen, dan baht Thailand melemah 0,41 persen.

Sedangkan mata uang yang menguat terhadap dolar AS adalah dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen dan yen Jepang sebesar 0,7 persen.
Mata uang negara-negara maju pagi ini terpantau melemah dolar Australia sebesar 0,81 persen, poundsterling Inggris sebesar 0,22 persen, dan euro sebesar 0,12 persen.

Hasil dari data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll/NFP) yang dirilis pada Jumat (3/5) malam menunjukkna kenaikan. Pelaku pasar kian optimistis dengan ekonomi AS setelah data pengangguran April tercatat 3,6 persen atau menurun dari bulan lalu 3,8 persen.