JofiPay-Pertemuan membahas solusi perang dagang antara AS dan China akan digelar hari Kamis (10/10),perundingan yang dijadwalkan akan menemukan solusi antara keduanya menjadi terancam dikarenakan keputusan Donald Trump yang menyatakan bahwa kesepakatan perdagangan antara AS dan China yang cepat sepertinya tidak mungkin tercapai.

Berita lain yang berasal dari Washington bergerak maju dengan upaya untuk membatasi aliran modal ke China dan dimasukkannya lebih banyak perusahaan China dalam daftar hitam.

Sentimen negatif menjelang pertemuan tersebut membuat kekhawatiran para investor,sehingga mereka mengalihkan modalnya menuju save haven,termasuk emas.
Hal ini membuat harga emas terkerek naik.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 10:50 WIB,harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 menguat 0,49 persen menjadi US$ 1506,66/troy ons,emas Spot menguat tipis 0,03 persen menjadi US$ 1.404.96/troy ons.

Sentimen juga mempenggaruhi harga minyak mentah dunia,harga minyak mentah dunia semakin melemah pada perdagangan Selasa (9/10).
Harga minyak mentah berjangka Brent terkoreksi US$0,11 ke level US$58,24 per barel. Lalu, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah US$0,12 menjadi US$52,63 per barel.

Dikutit dari Bloomberg pukul 10:55 WIB harga minyak WTI Nymex untuk kontrak Nov 2019 melemah 0,36 persen menjadi US$52,44 per barel,minyak Brent melemah 0,39 persen menjadiUS$58,01 per barel.

Harga minyak dunia juga dipenggaruhi oleh konflik yang terjadi dinegara penghasil minyak yaitu Venezuela dan Irak,serta data pasokan minyak AS yang meningkat.
Ditambah, Badan Informasi Energi AS merevisi prediksi permintaan minyak tahun depan. Lembaga itu memangkas pertumbuhan permintaan minyak sebesar 100 ribu barel per hari menjadi 1,3 juta barel.

"Pasar minyak akan dipaksa untuk fokus pada penurunan permintaan minyak global," ungkap Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.