JofiPay-Negara-negara yang tergabung dalam NATO diantaranya AS,Perancis dan Inggris telah melakukan penyerangan ke fasilitas Suriah pada Sabtu pagi waktu Indonesia.Penyerangan yang dilakukan NATO membuat harga emas semakin menguat.

Saat ini emas dalam pola holding sampai investor menemukan alasan baru untuk harga emas kembali menguat.

Dikutip dari CNBC Todd Colvin dari Ambrosino Brothers mengatakan "Futures Now" minggu lalu bahwa "$ 1330 hingga $ 1350 [satu ons] benar-benar merupakan kisaran yang sangat nyaman untuk emas. Katalis berikutnya mungkin akan datang dari Fed dan ekonomi AS."

Colvin menambahkan pertumbuhan ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dapat menaikkan harga."Jika Anda melihat PDB sub-2 persen, yang saya pikir saat ini tidak banyak radar, itu bisa menjadi katalis nyata," katanya.

Emas mencapai level tertinggi pada hari Rabu sejak Agustus 2016 saat situasi memanas di Suriah dan Rusia bahkan dengan perang dagang potensial dengan China masih membuat kekwawatiran, Setelah kecemasan mereda, emas sedikit terkoreksi.

"Jika semuanya tenang, itu bisa kembali turun secepat itu naik," katanya. "Emas adalah komoditas yang sangat emosional."

Saat ini emas diperdagangkan sekitar $ 1348.Secara teknikal Colvin memperkirakan resisten berada pada $ 1370,jika harga terkoreksi turun,ada kemungkinan akan menarik pembeli untuk kembali memasuki pasar dalam jumlah yang besar.

Jika harga samapi berada pada $ 1330,Peluang spekulan akan kembali akan melakukan pembelian tambah Colvin.