Jofipay- Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) membuat harga emas melemah meninggalkan level US$1.900 per troy ounce .Pada perdagangan Rabu (23/9/2020) pukul 13.45 WIB, harga emas koreksi 1,13 persen atau 21,4 poin menjadi US$1.878,81 per troy ounce.

Saat ini pada situs Bloomberg pukul 09:23 WIB
untuk harga emas Comex kontrak bulan Desember 2020 turun tipis 0,01% atau 0,20 poin dari penutupan perdaganagn kemarin menjadi US$1.868,20 per troy ounce,sedangkan untuk emas Spot naik tipis dari penutupan sebelumnya,emas Spot menguat tipis 0,06% atau 1,18 poin menjadi US$1.864,52 per troy ounce.

Diprediksikan Pelemahan harga emas masih bakal berlanjut seiring dengan investor yang lebih tertarik mengoleksi dolar sembari menunggu kebijakan fiskal AS.

Indeks dolar mencapai tertinggi delapan minggu, meredupkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. Harga emas turun, meskipun saham AS melemah setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS turun pada bulan September.

"Ketidakpastian jangka panjang masih membayangi dan tidak ada investor yang akan kehilangan kesempatan untuk menambahkan emas ke portofolionya saat harga rendah," kata Phillip Streible, ahli strategi pasar senior untuk RJO Futures di Chicago.

"Investor menunggu dan mengawasi apa yang akan dilakukan bank-bank sentral utama selanjutnya. Saat ini sebagian besar kebijakan moneter dan fiskal yang tersedia telah diterapkan."

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank Cleveland, Loretta Mester mengatakan kebijakan moneter perlu tetap akomodatif selama beberapa tahun ke depan dan lebih banyak stimulus fiskal diperlukan untuk mendukung perekonomian. Emas yang tidak memberikan imbal hasil sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang.