JofiPay- Pada perdagangan hari Selasa (11/02) harga emas dunia bergerak melemah setelah mencatatkan penguatan selama 4 hari beruntun.
Menurunya harga emas ini diprediksi oleh para analis hanya sebagai koreksi,emas bisa kembali berlanjut naik.

Pada situs Bloomberg pagi ini pukul 09:45 WIB,untuk emas Comex kontrak bulan April 2020 bergerak naik tipis 0,03% atau 0.50 poin dari penutupan sebelumnya menjadi US$1,570.60/troy ons.
Sedangkan untuk emas Spot melemah tipis 0.01% atau 0.21 poin menjadi US$1,567.68/troy ons.

Dalam survei tahunan LBMA yang dirilis 3 Februari lalu, hasil survei terhadap 30 analis menunjukkan rata-rata harga emas di tahun ini diprediksi di level US$ 1.558,8/troy ons, naik 11,9% dibandingkan rata-rata actual tahun 2019 sebesar US$ 1.392,6/troy ons.

James Stell analis dari HSBC, yang disuervei LBMA memprediksi rata-rata harga emas berada di US$ 1.613/troy ons, dengan level terendah di US$ 1.475 dan tertinggi di US$ 1.705/troy ons. Harry Tchilinguirian dari BNP Paribas memprediksi rata-rata emas di level US$ 1.520/troy ons, dengan level terendah US$ 1.425 dan tertinggi US$ 1.680/troy ons.

Untuk harga emas hitam atau minyak dunia mengalami rebound atau naik pada Selasa (11/2/2020), kenaikan ini dipicu meredanya kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona.
harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 naik 37 sen, atau sekitar 0,8 persen, menjadi 49,94 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman April 2020 meningkat 74 sen, atau sekitar 1,4 persen, menjadi 54,01 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sedangkan pada hari ini Rabu pukul 10:03 WIB untuk minyak WTI kontrak bulan Maret 2020 menguat 1.24% atau 0,62 poin menjadi 50.56 dolar AS per barel,dan Brent kontrak bulan April 2020 naik 1,74 persen atau 0,94 poin menjadi 54.95 dolar AS per barel.