Jofipay-Harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari Senin 14/05/218 mengalami penguatan cukup segnifikan.Harga minyak mentah yang begrgeraknaik ini dipicu oleh laporan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang menyatakan berhasil menahan kelebihan pasokan minyak global.

Reuters pada hari Selasa menuliskan untuk harga minyak mentah berjangka Brent menguat US$1,11 menjadi USD$ 78.23 per barel.Sedangkan untuk minyak berjangka AS West Texas Intermediate mengalami kenaikan tipis US$0,26 menjadi US$70,96 per barel.

Ketegangan di Timur Tengah juga menjadi pendorong menguatnya harga minyak mentah dunia,Kawasan ini merupakan rumah bagi hampir setengah cadangan minyak dunia.

Menurut BMI Research, keputusan Trump untuk mundur dari perjanjian nuklir Iran dan menerapkan kembali sanksi, mungkin akan memangkas ekspor minyak mentah dari Iran sebesar 500.000 barel per hari pada 2019. Meksi demikian, OPEC menyatakan memiliki cadangan yang cukup untuk mengisi celah itu.

Terkait sanksi AS kepada Iran,Ahli Strategi Pasar AxiTrader Greg McKenna mengatakan "Jerman bakal melindungi perusahaan-perusahaannya dari sanksi AS, Iran mengatakan perusahaan raksasa minyak Total belum memutuskan untuk keluar dari ladang minyak (di Iran) dan sepertinya China bersiap untuk mengisi kekosongan yang diciptakan oleh AS."

Analis Societe Generale Michael Wittner memperkirakan sanksi AS bakal menghilangkan minyak mentah Iran sekitar 400 ribu hingga 500 ribu bph dari pasar global.

Kenaikan harga minyak berlanjut di pasar Asia. Pada perdagangan Selasa (15/5) pukul 07.38 WIB, minyak WTI bergulir naik ke level US$ 71,06 per barel.

Walter Zimmerman selaku Kepala Analis Teknis ICAP TA mengatakan "Pasar memiliki ancaman bahwa harga yang cukup tinggi akan mulai mengaktifkan 7.700 sumur yang telah dibor, tetapi belum rampung di 48 negara bagian (Lower 48 states)."