Jofipay- Penurunan jumlah rig yang beroperasi di Amerika Serikat (AS) dan Kanada yang menurun jauh membuat harga minyak mentah dunia naik.
Penurunan jumlah rig aktif ini mengindikasikan pasokan minyak selanjutnya akan turun.

Sejak awal pekan ini harga minyak WTI tembus US$ 40 per barel,harga minyak mentah sendiri sudah naik empat hari berturut-turut,dan mencapai level tertinggi sejak 9 Maret 2020 atau lebih dari tiga bulan lalu.

Mengutip data Bloomberg pukul 09:13 WIB untuk harga minya WTI naik 1,79% menjadi US$ 40,46 per barel,sedangkan untuk minyak Brent Selasa pagi ini turun 1,23% menjadi US$ 42,55 per barel.

Gene McGillian, vice president of market research Tradition Energy mengatakan "Meski ada kekhawatiran tentang Covid-19, pasar masih menguat karena ekspektasi kondisi akan kembali ke normal," pembukaaan sejumlah negara bagian AS dan negara-negara lain di dunia juga menopang kenaikan harga minyak.

Harga minyak juga akan terpengaruh bila pandemi virus corona gelombang kedua akan berlangsung lama melebihi waktu yang dibutuhkan saat penanggulangan pandemi coron yang pertama.