JofiPay-Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2018 sebesar 5,18%. Sehingga, sepanjang 2018 ekonomi Indonesia tumbuh 5,17%, atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 2017 yang sebesar 5,07%.

Kontribusi yang mengatrol pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 2,74%, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 2,17%, dan komponen lainnya sebesar 0,26%.

Dari sektor produksi pertumbuhan paling positif dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,08 dan sektor lapangan usaha lainnya sebesar 8,99%.

Dengan positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ini mengatrol Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat,sampai akhir sesi I hari ini IHSG menguat 61,66 poin atau 0,95% ke level 6.543,12.
Bergeraknya IHSG ini ditopang pula oleh sembilan sektor yang menguat.Kesembilan sektor itu diantaranya Sektor infrastruktur menguat 2,34%. Sektor konstruksi melaju hingga 1,82%,Sektor industri dasar naik 1,06%,manufaktur dan barang konsumen naik masing-masing 1,01% dan 1%.

Total volume transaksi bursa mencapai 8,05 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,03 triliun. Kenaikan harga tampak pada 261 saham. Sebanyak 129 saham masih turun. Sedangkan 126 saham flat.