JofiPay-Dana Moneter Internasional (IMF) hari Selasa (09/04) memutuskan untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 sebanyak 0,2 persen dibanding yang mereka keluarkan Januari lalu.

Dalam World Economic Outlook (WEO) 2019 yang dirilis Selasa (9/4/2019), IMF kini memperkirakan produk domestik bruto (PDB) dunia hanya akan tumbuh 3,3% di 2019 dan 3,6% di 2020.
Pada bulan Oktober IMF memproyeksikan pertumbuhan global sebesar 3,7% kemudian direvisi turun menjadi 3,5% di Januari lalu.

Dalam pernyataan IMF mengatakan bahwa "Ada kemungkinan revisi proyeksi pertumbuhan ke bawah lebih lanjut karena risiko tetap condong ke pelemahan," IMF bahkan mengingatkan pertumbuhan ekonomi global pada 2019 ini bisa lebih lamban jika dibandingkan dengan hasil proyeksi mereka.

"Pengaruh umum terhadap sentimen di negara-negara maju dan berkembang adalah tingginya ketidakpastian politik di tengah langkah-langkah kebijakan dan kesulitan mencapai kesepakatan dalam berbagai isu kontroversial," tulis IMF.

Menurut IMF,China diperkirakan tumbuh 6,3% di 2019 dibandingkan 6,2% yang diperkirakan di Oktober lalu. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan capaian Negeri Tirai Bambu di 2018 yang mencatatkan ekspansi 6,6% bagi produk domestik brutonya (PDB).
Pada 2020, China diperkirakan akan tumbuh lebih lambat di level 6,1%.
Sedangkan untuk Amerika Serikat IMF memperkirakan hanya tumbuh 2,3% di 2019 dari 2,5% yang diperkirakan di Oktober lalu.

Pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh IMF ini akibat ketidakpastian politik, terutama Brexit, dan melambatnya ekonomi Jerman. IMF dengan tajam memangkas proyeksi pertumbuhan PDB zona euro menjadi hanya 1,3% di 2019 dibandingkan 1,9% dalam perkiraan yang dibuat Oktober tahun lalu