JofiPay- Investor dan pelaku pasar mencermati pidato Gurbernur The FED hari Selasa malam (11/02).
Isi pidato Jerome Powell menjadi pertimbangan para investor untuk memasuki pasar.

Dalam sambutannya kepada Kongres pada Selasa, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral terus mengawasi kejatuhan ekonomi menyusul dampak wabak virus corona yang terus mengganggu perjalanan dan perdagangan.

Di sisi lain, Powell masih bersikap positif tentang prospek ekonomi AS.

Dikutip dari Bloomberg wakil presiden strategi investasi di E-Trade Financial,Mike Loewengart,mengatakan "Dengan fundamental yang kuat, situasi ketenagakerjaan yang kuat dan inflasi di jalurnya, sikap Powell yang optimis dan berhati-hati tidak terlalu mengejutkan, terutama karena ketakutan coronavirus dan ketegangan perdagangan sudah dekat."

Powell juga mengatakan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) percaya bahwa sikap kebijakan moneter saat ini akan mendukung kelanjutan pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang kembali target komite di 2 persen.

"Selama paruh kedua tahun lalu, aktivitas ekonomi meningkat pada kecepatan moderat dan pasar tenaga kerja semakin menguat, karena ekonomi tampak tangguh terhadap tantangan global yang meningkat musim panas lalu," katanya.

The Fed menurunkan suku bunga tiga kali pada 2019, memotong kisaran target federal fund rate (FFR) sebesar 75 basis poin menjadi 1,5-1,75 persen. Powell menambahkan bahwa bank sentral memonitor dengan cermat kemunculan virus korona.

Di sisi ekonomi, jumlah lowongan kerja turun menjadi 6,4 juta pada hari kerja terakhir Desember, dan tingkat lowongan kerja merosot hingga 4 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Selasa.

Dan akhir-akhir ini investor menjadi lebih bullish walaupun virus corona mulai mempengaruhi kegiatan ekonomi,kepercayaaan investor tersebut didorong oleh keyakinan mereka bahwa bank sentral dapat melonggarkan kebijakan jika pertumbuhan melambat.