JofiPay-Jelang pertemuan antara negara ekonomi terbesar didunia yaitu Amerika Serikat (AS) dengan China yang berseteru mengenai tarif biaya masuk barang masing-masing negara membuat pasar saham dunia lesu.

Untuk perdagangan bursa saham Wall Street kemrin ditutup melemah.
Seluruh 11 sektor pada indeks S&P 500 diperdagangkan lebih rendah dan 28 dari 30 komponen indeks blue-chip Dow Jones di wilayah negatif.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 229,90 poin atau 0,87 persen ke level 26.248,12, sedangkan indeks S&P 500 turun 31,94 poin atau 1,09 persen ke 2.906,85 dan Nasdaq Composite turun 88,97 poin atau 1,12 persen ke level 7.867,33.

Di negara Asia, Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei ambruk 1,06%, indeks Shanghai jatuh 0,39%, indeks Hang Seng melemah 0,6%, dan indeks Straits Times berkurang 0,41%.

Kekhawatiran bahwa perang dagang AS-China akan tereskalasi menjadi faktor utama yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Kini, hubungan antar kedua negara justru memanas menjelang negosiasi dagang tingkat tinggi yang dijadwalkan untuk mulai digelar pada hari Kamis (10/10/2019) di Washington.

Untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berdasarkan data Bloomberg, IHSG naik tipis 0,07 persen atau 4,31 poin ke level 6.043,92 pada pukul 09.16 WIB dari level penutupan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (8/10), IHSG berakhir di level 6.039,6 dengan penguatan 0,65 persen atau 39,02 poin.

Sentimen negatif lain juga datang dari rencana pemberlakuan kenaikan tarif impor barang China ke AS dari 25 persen menjadi 30 persen. Pengenaan tarif baru ini diperkirakan terjadi pada 15 Oktober mendatang.

Hal tersebut membuat eskalasi perang dagang semakin tinggi dan bisa membuat pihak China membalas mengenakan tarif yang sama. Tensi perang dagang juga meningkat setelah pemerintah AS berencana melakukan pemberhentian Visa bagi pihak China.