Jofipay- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis pagi masih melanjutkan pelemahannya.
Pada perdagangan Rabu (23/9/2020) rupiah ditutup melemah tipis 30 poin ke level Rp14.815 per dolar AS. Rupiah sempat dibuka menguat tipis ke posisi Rp14.775 di awal perdagangan. Sepanjang sesi pertama, rupiah bergerak di rentang Rp14.765 s.d Rp14.839 per dolar AS.

Pada situs Bloomberg pukul 08:45 WIB rupiah masih terpantau melemah 0,20% atau 30 poin menjadi Rp 14,815.00 per dolar AS,yang sebelumnya ditutup pada harga Rp14,785.00 per dolar AS.

Pernyataan Charles Evans, Presiden The Fed Chicago, membuat dolar AS perkasa. Berbicara lewat daring di acara Official Monetary dan Financial Institution Forum, Evans mengatakan ekonomi AS berisiko dalam jangka panjang, mengalami pemulihan yang lambat, dan tidak bisa langsung keluar dari resesi tanpa bantuan stimulus fiskal. Evans juga melihat open-ended program pembelian aset The Fed (quantitative easing/QE) mampu menyediakan bagian penting untuk pemulihan ekonomi.

Edward Moya, analis pasar senior di Oanda New York, mengatakan "Pernyataan Evans sangat hawkish. Ia menyebutkan QE dan menaikkan suku bunga sebelum target inflasi tercapai. Hal tersebut mengejutkan pasar."
"Segera setelah kita berhasil mengatasi virus corona, anda akan melihat ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, dan seharusnya membuat dolar terus menguat," tambahnya.

Indeks dolar AS kemarin membukukan penguatan 0,43% ke 94,39 dan berada di level tertinggi sejak 27 Juli. Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS tersebut juga sudah membukukan penguatan 3 hari beruntun, dengan total 1,58%.
Saat ini pukul 09:00 WIB,indeks dolar AS masih stagnan di 94,427.