JofiPay-Walaupun kesepakatan damai antara negara ekonomi terbesar dunia yaitu Amerika Serikat (AS) dan Cina telah dikibarkan,masih ada keraguan kesepakatan itu akan berjalan dengan baik,dan akan menemukan solusi kedepannya.Presiden Amerika Serikat (AS) Donald kembali memperingatkan akan mengenakan tarif pada mayoritas barang China jika kedua pihak tak dapat menyelesaikan perdebatan.

Dalam Twitter Trump berkicau "Jika ya, kami akan menyelesaikannya. Tapi kalau tidak ingat, saya adalah pria tarif."
Tim kesepakatan anatara kedua negara saling bekerja keras untuk menemukan formula sampai 90 hari kedepan.

Trump mengatakan "Negosiasi dengan China sudah dimulai. Kecuali diperpanjang, mereka akan berakhir 90 hari dari tanggal makan malam kami yang luar biasa dan hangat dengan Presiden Xi di Argentina."

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengakui keraguan investor atas hasil pembicaraan. "Pasar sedang mencoba untuk mencari tahu, apakah akan ada kesepakatan nyata pada akhir 90 hari atau tidak?," ujar Mnuchin.

Keraguan kesepakan tersebut membawa sentimen negatif di pasar global,rupiah berada di posisi Rp14.388 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot ,melemah 97,5 poin atau 0,68 persen dari hari sebelumnya.

Won Korea Selatan melemah 0,59 persen, ringgit Malayisa minus 0,27 persen, dan peso Filipina minus 0,23 persen.
Kemudian, baht Thailand melemah 0,11 persen, yen Jepang minus 0,09 persen, dolar Singapura minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen.
Dolar Australia melemah 0,44 persen, dolar Kanada minus 0,09 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,08 persen.
Franc Swiss melemah 0,08 persen, euro Eropa minus 0,06 persen, dan rubel Rusia minus 0,02 persen.