JofiPay-Pasca investigasi dari serangan kilang minyak Arab Saudi,koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi melancarkan operasi militer di Utara Kota Hodeidah, Yaman, Jumat (20/9) terhadap apa yang digambarkan sebagai "target militer yang sah". Insiden ini bisa memperburuk ketegangan regional setelah serangan akhir pekan pada instalasi minyak Arab Saudi.

Pihak koalisi telah menyerang dan menghancurkan setidaknya empat lokasi yang disinyalir digunakan untuk merakit kapal dan ranjau laut yang dikendalikan dari jarak jauh.Serangang ini bertujuan untuk mengamankan dan melindungi kebebasan navigasi maritim.
Malki menambahkan bahwa Hutsi menggunakan Hodeidah untuk "meluncurkan rudal balistik, pesawat tak berawak, kapal yang terperangkap dan dikendalikan dari jarak jauh, serta untuk penyebaran ranjau laut tanpa pandang bulu."

Dikutip dari Reuters, Jumat (20/9/2019) juru bicara koalisi Kolonel Turk al-Malki mengatakan "Lokasi ini digunakan untuk melakukan serangan dan operasi teroris yang mengancam jalur pelayaran dan perdagangan internasional di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah selatan."

Pihak koalisi telah meminta warga sipil untuk menjauh dari lokasi yang ditargetkan dan menegaskan bahwa operasi militer dilakukan dengan cara yang mengikuti hukum humaniter internasional dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

Serangan itu akan memperburuk ketegangan diwilayah Timur tengah,memanasnya situasi di wilayah ini akan berpengaruh kepada pasokan minyak global,sehinggga dikhawatirkan pasokan minyak akan berkurang dan permintaaan akan minyak menjadi besar yang otomatis akan membawa harga minyak melambung.

Harga minyak dunia bergerak naik di perdagangan pagi ini. Kenaikan harga si emas hitam pun lumayan signifikan.

Pada Jumat pukul 06:54 WIB, harga minyak jenis Brent melonjak 2,12%. Sementara light sweet juga naik cukup tajam tetapi tidak setinggi Brent, 'hanya' 1,2%.