JofiPay,Sampai pagi tadi terpantau rupiah masih menguat terhadap dolar AS,berarti sudah lima hari berturut-turut rupiah menguat terhadap dolar AS.

Rupiah menguat 53 poin,sekitar 0,39% yaitu Rp 13.422 per dolar AS pagi tadi.
Saat perdagangan pagi tadi apresiasi rupiah poaitif dengan 0,06% atau 8 poin di posisi 13.467, sedangkan pada sesi penutupan hari Rabu menguat 0,29% atau 39 poin di posisi 13.475.

Pada hari Kamis kemarin,rupiah diperdangkan dikisaran Rp13.406 – Rp13.482 per dolar AS.

Penguatan rupiah ini memimpin pengguatan mayoritas pengguatan mata uang di Asia.diikuti baht Thailand sebesar 0,32% dan won Korea Selatan yang menguat 0,24%.

Depresiasi dialami oleh mata uang peso Filipina dan dolar Taiwan yang masing-masing terdepresiasi 0,13% dan 0,11% memimpin pelemahan beberapa mata uang Asia.

Hari sebelumnya Indeks harga dolar AS berada pada zona merah,Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama mengalami pelemahan 0,16% atau 0,152 poin ke 92,010.indeks dolar sempat naik 0,09% atau atau 0,084 poin di level 92,246 pada sesi pembukaan hari Rabu,saat sesi penutupan menguat 0,32% atau 0,290 poin di posisi 92,162.

Penguatan dolar terdorong oleh data manufaktur dan konstruksi Amerika Serikat (AS) dan rilis FOMC.

Risalah rapat The Fed mengakui penguatan yang solid dalam pasar tenaga kerja AS dan ekspansi dalam aktivitas ekonomi, meskipun tetap terdapat kekhawatiran di antara pembuat kebijakan tentang inflasi yang terus-menerus rendah.

Untuk mempercepat laju apabila inflasi meningkat The FED akan melakukan pendekatan bertahap dalam menaikkan suku bunga AS.

Inflasi AS juga dapat mendorong he Fed akan lebih lambat dalam menaikkan suku bunga.