JofiPay-Perundingan antara AS dan China akan dimulai hari ini,Kamis (10/10).
Pasar akan cenderung wait and see mennatikan hasil perundingan tersebut.
Sentimen dari perundingan tersebut juga akan mempengaruhi gerak laju rupiah.

Pada situs Bloomberg pagi ini pukul 09:10 WIB rupiah berada pada Rp14,154 per dolar AS,menguat tipis 0.13 persen atau 18.50 poin dari penutupan gharu sebelumnya yang ditutup pada harga Rp14,172 per dolar AS,sedangkan pagi tadi rupiah dibuka melemah di Rp14,179 per dolar AS.

Untuk Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang uta,ma berada pada 98,727 melemah 0,088 poin atau 0,09 persen dari penutupan dihari sebelumnya di 98,815.

Perkembangan dari hubungan dagang antara AS dan China sedikit memanas ketika delapan perusahaan teknologi China dilaporkan dimasukkan dalam daftar hitam AS dengan tuduhan terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim di provinsi Xinjiang.
Pemerintah AS juga sedang mempertimbangkan cara untuk membatasi aliran portofolio investor Amerika ke China, termasuk perusahaan China yang berpotensi delisting dari bursa saham AS.

Dari sisi sentimen internal, Bank Indonesia kembali melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi melalui perdagangan DNDF untuk menahan pelemahan rupiah di tengah turunnya cadangan devisa Indonesia per September menjadi US$124,32 miliar.