JofiPay-Pair eurusd pada Hari Jumat Siang pukul 13:50 WIB berada pada 1.98376,sudah lama eur mendapat tekanan jual.
Mulai awal Februari dan telah melemah ke level terendah sejak April 2017. Salah satu alasannya adalah prospek ekonomi Euro Zone yang timpang jika dibandingkan dengan ekonomi AS.

EUR/USD diperdagangkan dibawah 1.09, level terendah sejak tahun 2017. Memburuknya kondisi di Jerman dan spekulasi akan lebih banyak stimulus dari ECB membebani euro. Sementara dolar AS mengalami keuntungan dengan meningkatknya ketakutan akan virus corona setelah Cina melaporkan lompatan dalam jumlah kasus.

Setiap orang ingin tahu seberapa jauh euro akan turun. Bukan saja euro sedang dalam tren turun dari sejak awal bulan Februari, namun juga kehilangan nilainya 8 kali dari 9 hari perdagangan dan kenaikannya pada 1 hari itupun hanya meningkat sedikit saja. Sebab penurunan dari EUR/USD bisa diidentifikasi dari 6 alasan dan kebanyakan berhubungan dengan terjadinya “divergence” antara ekonomi AS dengan ekonomi zona Euro.

1.ECB mempertahankan kebutuhan akan tingkat bunga yang rendah dan mencoba kemungkinan akan memberikan lebih banyak stimulus. Sebaliknya the Fed nyaman dalam mempertahankan kebijakan moneternya stabil.
2.Data zona Euro berbalik memburuk dengan produksi industri zona Euro tumbang dengan tajam.
3.Keprihatinan bahwa pertumbuhan kuartal ke empat zona Euor akan lemah sementara penjualan ritel AS diperkirakan akan kuat.
4.Ekonomi zona Euro lebih digerakkan oleh manufaktur dan karenanya lebih rentan terhadap perlambatan yang terjadi di Cina dibandingkan dengan Amerika Serikat.
5.Tingkat bunga yang rendah membuat Euro menjadi matauang yang menarik untuk didanai.
6.Sebaliknya dolar AS mendapatkan penawaran “safe-haven” dengan meningkatnya virus corona.

Pada pasar Eropa nanti pasar akan berfokus pada rilis data PDB Jerman yang dirilis pukul 14:00 WIB.