JofiPay- Perang dagang kembali membebani rupiah,pada pekan lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,49% menjadi Rp 14.185 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia juga turun 0,74% ke Rp 14.203 per dollar AS.

Situs Bloomberg pada Senin pagi ini pukul 08:35 WIB berada pada Rp14,202.50 per dolar AS,melemah 15.50 poin atau 0.12 persen dari penutupan sebelumnya yang berada pada level harga Rp14,185 per dolar AS.

Perang dagang antara AS dan China kembali memanas,pada pekan lalu Trump mengatakan bakal memberlakukan tarif impor 10% pada barang asal China senilai US$ 300 miliar. Alhasil, kurs mata uang Asia cenderung meredup, tak terkecuali rupiah.

Mata uang Asia yang melemah terhadap dolar diantaranya peso Filipina melemah 0,35 persen, won Korea Selatan melemah 0,48 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen.

Dari dalam negeri pelaku pasar menunggu rilis berita ekonomi yaitu ekonomi Indonesia kuartal II-2019.
Rupiah akan stabil bila PDB sesuai perkiraan yaitu dikisaran 5,05%,tetapi bila rilis tersebut dibawah ekspektasi maka rupiah akan cenderung melemah.

Untuk indeks dolar AS yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama pada pukul 08:40 WIB mulai meredup,saat ini indeks dolar berada pada 97,660 melemah 0,211 atau 0,21 persen dari penutupan sebelumnya yang berada pada 97,873.