JofiPay-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan ini masih melemah,dibandingkan penutupan pada hari Jumat (11/03).

Pada situs Bloomberg pagi ini Senin (11/30 pukul 09:58 WIB rupiah berada pada Rp14,319 per dolar AS,melemah 5.00 poin atau 0,03 persen dengan penutupan dihari Jumat berada pada Rp14,314.00 per dolar AS.

Pergerakan rupiah sepanjang pekan lalu mencetak kinerja pergerakan terlemah di antara kelompok mata uang Asia. Walaupun demikian, di tengah pelemahan tersebut rupiah masih memiliki secercah harapan untuk menguat, menanti hasil perundingan perdagangan pada 27 Maret mendatang.

Jika pelemahan ini bertahan hingga penutupan pasar, maka bisa dibilang badai belum berlalu buat rupiah. Sepanjang pekan lalu, rupiah amblas 1,38% di hadapan dolar AS dan jadi mata uang terlemah di Asia.

Di sisi lain, mata uang negara-negara maju mengalami pelemahan seperti euro sebesar 0,06 persen. Kemudian, dolar Australia melemah 0,28 persen dan poundsterling Inggris juga melemah 0,34 persen.

Dampak dari Bank Sentral Eropa yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 1,9 persen ke 1,1 persen membuat mata uang Asia dan Eropa melemah.
Pasar menantikan melemahnya dolar AS yang menurut mereka akan terjadi diakibatkan data pertumbuhan pekerjaan non pertanian (non-farm payroll) yang dirilis pada Jumat pekan lalu terbilang mengecewakan. Menurut Departemen Ketenagakerjaan AS, pertumbuhan pekerjaan pada Februari hanya sebesar 20 ribu pekerjaan atau turun drastis dibanding Januari 180 ribu pekerjaan.