Jofipay- Mengawali pekan,Senin (18/05) nilai tukar rupiah terhadap dolara AS dipasar spot dibuka menguat.
Rupiah diperdagangkan menguat 0,03 persen menjadi Rp 14.855 per dolar AS,dibandingkan penutupan di akhir pekan di posisi Rp 14,860 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksikan akan menguat tipis,prediksi ini berdasarkan sentimen penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) yang telah turun dua bulan berturut-turut. Hal itu turut mengantarkan AS pada kontraksi ekonomi terbesar sejak Great Depression.

Penjualan ritel di AS yang jatuh turut menambah derita perekonomian AS yang mana jumlah pengangguran tercatat 20,5 juta. Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada pekan lalu memperingatkan "periode perpanjangan" pertumbuhan yang lemah dan pendapatan yang stagnan.

Sedangkan dari dalam negeri sentimen datang dari Kementerian BUMN akan memulai kembali operasional sejumlah BUMn mulai 25 Mei 2020, lebih cepat dari perkiraan pada 1 Juni 2020 mendatang.

Akan tetapi bayangan memanasnya hubungan AS dengan China membuat sentimen yang bisa menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pada situs Bloomberg pagi ini pukul 10:06 WIB,rupiah berada pada Rp 14,860 per dolar AS,kembali bergerak stagnan diharga penutupan sebelumnya.