JofiPay-Tekanan terhadap rupiah pada perdagangan sebelumnya hari ini sedikit kendor,nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi tadi dibuka Rp 15.213 per dolar AS,setelah sehari sebelumnya di tutup pada level Rp 15,237.50 per dolar AS.Rupiah berhasil rebound.

Pada pukul 12.55 WIB situs Bloomberg menuliskan rupiah berada pada level Rp 15.200 menguat 37.50 atau 0.25%.
Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama global siang ini terpantau melemah,berada dilevel 95,26pada pukul 12.58 WIB.

Sejalan dengan rupiah, beberapa mata uang di kawasan Asia turut menguat dari dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,25 persen, baht Thailand 0,23 persen, dan dolar Singapura 0,19 persen.

Lalu, ringgit Malaysia 0,13 persen, renminbi China 0,11 persen, dan peso Filipina 0,01 persen. Namun, yen Jepang minus 0,11 persen dan dolar Hong Kong 0,02 persen.

Menurut pengamat keuangan sekarang ini dolar AS sedang kuat dan mendominasi mata uang negara lain,dan rupiah masih berpotensi untuk melemah.Melemahnya rupiah ini diakibatkan sentimen tentang laporan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia akan menurun.

Ekonomi global diproyeksi turun dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen. Sedangkan ekonomi Indonesia diprediksi turun dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen.