JofiPay-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini tergelincir dari penguatannya,nilai tukar rupiah melemah pada hari Rabu (10/04).

Pada situs Bloomberg pukul 08:46 WIB,nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 24.50 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14,157.50 per dolar AS,penutupan sebelumnya rupiah berada pada Rp14,133 per dolar AS.

Rata-rata mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS, Peso Filipina melemah 0,1 persen, ringgit Malaysia melemah 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,03 persen, yen Jepang melemah 0,02 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,01 persen.

Mata uang Asia yang masih menguat terhadap dolar AS adalah dolar Hong Kong sebesar 0,04 persen.
Mata uang utama juga melemah terhadap dolar AS,dolar Australia sebesar 0,08 persen, euro sebesar 0,05 persen, dan poundsterling Inggris sebesar 0,01 persen.

Melemahnya nilai tukar rupiah ini mendapat sentimen negatif dari harga minyak yang terus bergerak naik hingga mencapai titik tertinggi dalam lima bulan terakhir,dikarenakan Indonesia adalah negara importir minyak.Dengan kenaikan harga maka kebutuhan akan dolar akan meningkat.

Faktor lain yang mempengaruhi melemahnya rupiah adalah IMF yang memangkas pertumbuhan ekonomi global dari 3,5% menjadi 3,3%,sehingga pelaku pasar berhati-hati utnuk menanamkan modalnya ke aset yang beresiko,termasuk rupiah.
Mereka lebih memilih dolar AS karena dianggap lebih aman.