JofiPay,-Sektor bisnis konsumer optimis masih dapat berkembang dan menjadi penopang pertumbuhan kinerja penyaluran kredit perbankan pada 2018.Beberapa bank antusias untuk mengejar pertumbuhan signifikan di segmen tersebut.

 

Seperti halnya PT Bank Permata Tbk,bank ini menyatakan pihaknya optimistis segmen konsumer akan dapat tumbuh dua digit.Kami mengharapkan bahwa size kredit konsumsi Permatabank dapat tumbuh di atas 10%,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu,ujar Bianto Surodjo selaku Direktur Ritail Banking PT Bank Permata
Strtegi bank ini untuk memperbesar penyaluran kredit yaitu pengotimalan peran channel-channel bisnis digital

Pertumbuhan yang diharapkan juga datang dari Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), juga dari Kredit Kendaraan Bermotor yang disalurkan melalui joint financing.

Pembiayaan tanpa jaminan seperti kartu kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) juga menjadi harapan untuk mendapatkan peluang keuntungan . “Kami akan memperkuat channel-channel digital yang ada untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang ada," tanbah Bianto Surodjo.

Laporan bulanan Bank Permata per Desember 2017, total pinjaman yang diberikan dan piutang Bank Permata mencapai Rp83,57 triliun, turun 10% dibandingkan dengan periode yang sama pada Desember 2016 sebesar Rp93,81 triliun.

Sedangkan untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga menyatakan akan lebih agresif untuk memacu pertumbuhan kredit ritel, salah satunya segmen konsumer, yang diharapkan menjadi salah satu penopang kenaikan kredit pada tahun 2018.

Direktur Ritail Banking Bank Mandiri Tardi menuturkan, salah satu bisnis yang memiliki potensi besar dari segmen tersebut yakni kredit pemilikan rumah (KPR).

“KPR dari tahun lalu tumbuh 10% dengan sebagian besar tumbuh di secondary market. Tahun ini kami akan coba untuk lebih agresif di primary market untuk mengisi pasar KPR di 2018,” ujarnya pekan lalu.
Sementara itu, pada tahun lalu Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp729,5 triliun secara konsolidasi, tumbuh 10,2% secara year on year (yoy).

Kredit ritel Bank Mandiri per akhir 2017 mencapai Rp223,1 triliun tumbuh 23,7% secara year on year dari posisi akhis 2016, Rp196,2 triliun. Porsi kredit ritel mencapai 34,6% dari total kredit secara bank only.

Kenaikan ritel tersebut ditopang bisnis kredit mikro yang naik 22,2% menjadi Rp61,9 triliun; kredit konsumer yang tumbuh 18,1% menjadi Rp89,3 triliun; dan juga bisnis kartu kredit yang naik 13% menjadi Rp10,3 triliun.

Untuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) menargetkan pertumbuhan kredit konsumer dua digit pada 2018 di kisaran 23% - 25%.
Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto mengatakan, segmen konsumer akan dipacu untuk meningkatkan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) mendekati 5%.

Sektor konsumer ini masih memungkinkan untuk kami memetik yield yang lebih tinggi, di kisaran 13%-16%,” tambah Agus.
Demi mendorong laba, Agus mematok target kredit konsumer dapat tumbuh sampai dua kali lipat dari realisasi tahun 2017 yang hanya Rp657 miliar.