JofiPay-Rencana dari Bank Indonesia yang akan menaikkan suku bunga diprediksikan akan menghambat arus keluarnya dana asing terutama di obligasi. Pasalnya, penyesuaian suku bunga akan meningkatkan yield obligasi di Tanah Air.

Hans Kwee selaku Direktur Investa Saran Mandiri memberikan penilianya mengenai rencana BI ini,menurut dia ini merupakan solusi terbaik setelah intervensi melalui cadangan devisa terbukti kurang efektif. Kata Hans, selama ini cadangan devisa telah terpangkas senilai US$1,1 miliar untuk mengintervensi pasar obligasi.

Hans Kwee juga mengatakan keputusan bank sentral untuk menaikkan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50% pada 17 Mei akan menguntungkan surat berharga di Indonesia.

"Tapi pasar masih belum merespons. Dengan kenaikan suku bunga pasar akan semakin bagus dana asing yang keluar bisa terkendali karena yield kita lebih," imbuh dia.

Menurutnya apabila BI menaikkan suku bunga maka yield di Tanah Air akan lebih bagus dibandingkan Amerika Serikat. Bahkan, Hans mengklaim bahwa yield obligasi Indonesia merupakan yang paling tinggi diantara seluruh negara di regional.

IHSG dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan imbas dari adanya sentimen positif dari rencana kenaikkan suku bunga BI.
Sentimen positif terlihat dari pergerakan di pasar yang berubah dengan adanya perlawanan dan berangsur bergerak naik imbas dari rencana BI tersebut.

Memang seharusnya BI menaikkan suku bunga acuannya agar mampu memberikan dorongan positif untuk pasar dalam negeri.