Jofipay- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil menguat dalam tiga hari beruntun.Pada hari kamis (17/09) penguatan rupiah sangat tipis 0,03% di Rp 14.820/US$ kemarin, sementara 2 hari sebelumnya menguat 0,07% dan 0,17%.

Bank sentral AS (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) yang sama-sama mempertahankan kebijakan moneternya menjadi penggerak utama rupiah.

The Fed menyatakan akan mempertahankan suku bunga <0,25% hingga tahun 2023, sementara BI tetap mempertahankan 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 4%.

Saat ini pada situr Bloomberg rupiah berada pada Rp 14,765.50 menguat 45% atau 67 poin dari penutupan kemarin di Rp14,832.50.

Sedangkan untuk indeks dolar yang mengukur kekuatan The Greenback terhadap sejumlah mata uang utama stagnan di 92.965.