JofiPay-Mengawali pekan ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau stagnan.
Pada penutupan pekan kemarin rupiah berada pada Rp14,137.50 per dolar AS dan pagi ini dipasar spot rupiah dibuka pada level Rp14,138.80 per dolar AS.

Pada situs Bloomberg pukul 09:05 WIB rupiah berada pada level Rp14,152.50 per dolar AS,melemah 15 poin atau 0,11 persen dari penutupan sbelumnya.

Sedangkan untuk indeks dolar AS yang mengukur kekuatan Greenback terhadap mata uang utama berada pada 98,482 melemah 0,006 poin atau 0,01 persen dari penutupan pekan sebelumnya yang berada pada 98,510.

Pekan ini rupiah diprediksikan mengalami penguatan terhadap dolar AS,prediksi ini berdasarkan data tenaga kerja yang dirilis oleh AS beragam,sedangkan dari dalam negeri cadangan devisa yang positif diprediksi mampu membawa rupiah untuk melanjutkan penguatan pada awal pekan ini.

Data yang dirilis AS pada pekan lalu menunjukkkan melemahnya perekonomian AS,dua data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Pertama, rata-rata upah per jam pekerja AS pada bulan September yang stagnan.
Ditambah lagi data Non-Farm Employment Change yang hanya tumbuh 136.000 orang. Padahal hasil konsensus menebak, Non-Farm Employment Change bulan lalu mencapai 145.000 orang.

Amerika Serikat baru-baru mengibarkan perang dagang terhadap Uni Eropa,hal ini bisa membuat dolar AS bisa mengahadap ketidakstabilan atau bahkan bisa melemah.