JofiPay-Mata uang Garuda pada perdagangan Senin pagi (23/03) kembali melemah terhadap dolar AS,rupiah melemah sebesar 0,09 persen pada perdagangan pasar spot, Senin (23/3) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp15.960 per dolar AS pada perdagangan Jumat (20/3) sore.

Pada situs Bloomberg pukul 09:00 WIB rupiah semakin melemah,mata uang RI berada pada Rp 16,375.00 per dolar AS,melemah 2,60 persen atau 415.00 poin dari penutupan sebelumnya di Rp 15.960.00 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, pagi ini mayoritas mata uang di kawasan Asia juga melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah 2,65 persen, baht Thailand 0,54 persen, ringgit Malaysia 0,52 persen dan dolar Singapura 0,48 persen.

Selanjutnya rupee India juga turut melemah 0,28 persen, lira Turki 0,18 persen diikuti dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen. Di sisi lain, penguatan hanya terjadi pada yen Jepang 0,30 persen terhadap dolar AS.

Dari situs lain rupiah diperdagangkan di level Rp 16.460/US$, merosot 3,54% di pasar spot melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak 17 Juni 1998, kala itu rupiah mencapai level terlemah intraday Rp 16.800/US$.

Tanda-tanda akan kembali terjadi aksi jual di pasar keuangan dalam negeri sudah terlihat sejak dini hari tadi. Indeks saham berjangka (futures) Wall Street langsung ambles 5% menyentuh "batas bawah" atau "limit down" dari 5 menit setelah perdagangan di bulan pukul 5:00 WIB.