JofiPay-Pada awal pembukaan pasar tadi pagi Selasa (09/04) rupiah berhasil rebound dari pelemahan yang dialami pada perdagangan hari Senin (08/04)
berakhir terdepresiasi 34 poin atau 0,24% di level Rp14.167 per dolar AS, meskipun pada saat yang sama indeks dolar AS melemah.

Pada situs Bloomberg pukul 08:40 WIB rupiah berada pada Rp14,146.50 per dolar AS,menguat 20.50 poin atau 0,14% dengan penutupan hari sebelumnya di Rp14,167 dan dan pagi tadi dibuka pada harga Rp14.155 per dolar AS.

Sedangkan untuk indeks dolar yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama pada pukul 08:44 WIB melemah 0,025 poin atau 0,03 persen menjadi 96,632 dari penutupan sebelumnya yang berada pada 96,657.

Untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran support 6.400-6.350 poin dan resisten di 6.510-6.525 poin.

Sentimen dari internal yang akan menggerakkan rupiah dan IHSG salah satunya adalh cadangan devisa Indonesia,cadangan devisa yang menunjukkan pertumbuhan pada bulan Maret meningkat US$ 1,27 miliar menjadi US$ 124,54 miliar dari US$ 123,27 miliar. Posisi ini merupakan yang tertinggi dalam sebelas bulan terakhir. Sebelumnya, pada April 2018, cadangan devisa Indonesia pernah mencapai US$ 124,9 miliar. Peningkatan cadangan devisa pada Maret 2019 dipengaruhi antara lain oleh penerimaan devisa migas dan penerimaan valas lainnya.

Dari faktor exsternal masih akan dipengaruhi oleh kesepakan Brexit dan ketegangan antara AS dan Meksiko mengenai imigran dan perbatasan.