Meski sudah menguat begitu tajam, tetapi rupiah belum puas. Ditopang oleh derasnya arus modal asing, rupiah mampu untuk terus menanjak.

Saat ini investor tengah menantikan hasil rapat bulanan bank sental AS (The Federal Reserve/The Fed) yang rencananya diumumkan Kamis dini hari waktu Indonesia. Mengutip CME FedWatch, kemungkinan suku bunga acuan AS bertahan di 0-0,25% adalah 100%. Tidak ada ruang sama sekali untuk perubahan.

Tren suku bunga rendah di Negeri Paman Sam berdampak ke pasar obligasi pemerintah. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di 0,579% pada pukul 07:14 WIB. Ini adalah yang terendah 21 April.

Kalau memperhitungkan suku bunga riil yang dikurangi inflasi, maka hasilnya lebih rendah lagi. Pada Juni 2020, inflasi AS secara tahunan adalah 0,6%. Berarti imbalan yang diterima investor adalah -0,02%. Bukannya cuan, berinvestasi di obligasi pemerintahan Presiden Donald Trump malah nombok.