JofiPay-Pada awal perdagangan hari ini Rabu (05/09) kurs tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat(AS).
Pada situs Bloomberg rupiah dibuka pada level Rp 14.925 per dolar AS menguat 0,06% dibandingkan pada penutupan hari sebelumnya.

Penguatan rupiah saat pembukaan kemungkinan diakibatkan aksi ambil untung,karena rupiah pada hari kemarin naik tinggi (rupiah melemah).
Selain itu juga menguatnya rupiah saat pembukaan dikarenak melemahnya indeks dolar pagi ini.
Pagi ini indeks dollar mengalami pelemahan 0,16% ke level 95,28.

Para analis memperkirakan penguatan tipis rupiah ini hanya bersifat sementara.
Pada pukul 11.11 WIB rupiah kembali melemah 2 poin atau 0,01% kelevel Rp 14.933 per dolar AS.Dengan range pergerak dari pembukaan sampai saat ini berada pada Rp 14,925.50 sampai Rp 14,933 per dolar AS sedangkan range selama 52 minggu berada pada Rp 13.126 sampai Rp 14.938.

Seperti diketahui,rupiah kembali bergejolak setelah The Fed menaikkan fed fund rate lagi 25 basis poin (bps) menjadi 1,75%–2%dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 13 Juni lalu, hingga menembus Rp 14.400 per dollar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) merespons dengan sekaligus menaikkan 7 day repo rate sebesar 50 bps ke 5,25%. Bahkan saat lira Turki ikut terdepak, BI kembali merespons dengan menambah kenaikan suku bunga sekitar 0.25 bps lagi. Dalam sisa tahun ini, fed fund rate masih berpeluang dinaikkan lagi dua kali seiring membaiknya ekonomi AS, yang membuat dolar kian menguat terhadap mata uang dunia, tak hanya rupiah.