Jofipay-Sejumlah sentimen makro yang positif mengerek rupiah menguat.Rilis data dan kebijakan dari dalam negeri diharapkan memompa mata uang ini lebih bertenaga.

Salah satu penggeraknya, rilis inflasi dan sejumlah data makroekonomi. Walhasil, rupiah bakal berada di zona hijau.
Namun sentimen dari eksternal masih membayangi laju rupiah, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan dollar AS seiring dengan sentimen internal AS dan imbas stagnannya pergerakan JPY setelah Bank of Japan (BoJ) masih tetap mempertahankan kebijakan moneternya.

Pasca melemah, laju rupiah mampu bergerak positif di penghujung akhir bulan Oktober meskipun diikuti dengan terapresiasinya dollar AS seiring dengan adanya rilis kenaikan sejumlah data ekonominya.

Selain itu, disahkannya RUU APBN 2019 menjadi undang-undang turut direspon positif pelaku pasar. Plus, pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang juga menambah sentimen positif bagi rupiah.
Adanya target pemerintah terhadap perluasan kebijakan tax holida juga turut direspon positif.

Menurut data dari Bloomberg pada pukul 13.20 WIB,rupiah menguat 18,203 poin atau 0,12 persen menjadi Rp15,184 per dolar AS dari pembukaaan awal Rp 15,203 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini juga disebabkan indeks dolar AS yang mengalami penurunan,indeks dolar AS dibuka pada harga 96,9 menjadi 96,66 melemah 0,13 poin atau 0,13 persen.