Jofipay- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah.
Pergerakan rupiah di pasar spot tak kunjung membaik. Senin (20/7) pukul 12.00 WIB, rupiah spot berada di level Rp 14.818 per dolar Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah terus tertekan dan melemah 0,78% dibanding penutupan Jumat (17/7) di Rp 14.703 per dolar AS. Padahal, di awal perdagangan hari ini, rupiah dibuka menguat ke Rp 14.695 per dolar AS.

Pada situs Bloomberg siang ini pukul 13:25 WIB rupiah berada pada level Rp 14,817.50 per dolar AS,masih melemah 0,78% atau 115.000 poin dari penutupan di Rp 14,702 per dolar AS pada pekan lalu.

Pada pekan lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 1,81% diperdagangan pasar spot.

Nilai tukar rupiah masih dibayangi sentimen negatif dari tingginya angka infeksi Corona di dalam negeri yang telah menyalip China sejak akhir pekan lalu. Hari ini, kasus positif di Indonesia mencapai 84.882 sedangkan di Negeri Panda 83.660.

Dengan semakin tingginya pasien yang terjangkit menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kembali lockdown yang akan diberlakukan dikota-kota besar yang menjadi pusat perniagaan dan bisnis.

Mata uang yang melemah atas dolar AS dikawasan Asia antara lain baht Thailand,terkoreksi 0,34%. Kemudian ada yen Jepang yang melemah 0,24 dan dolar Singapura yang terdepresiasi 0,04%,yuan China terlihat turun tipis 0,001% terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS adalah Dolar Taiwan menguat 0,16%. Disusul, peso Filipina yang menanjak 0,15% dan won Korea Selatan yang menguat 0,12% terhadap the greenback,upee India yang terkerek 0,11%. Ringgit Malaysia pun terlihat berada di zona hijau setelah terapresiasi 0,07% dan dolar Hong Kong naik tipis 0,008%.