JofiPay-Selama lima hari berturut-turut indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat,IHSG bertengger pada zona hijau.
Penguatan IHSG ini didorong oleh sentimen global,sentimen pemangkasan suku bunga The Fed dan pembicaraan perdamaian AS dan China masih menjadi sentimen gerak dari IHSG.

Pada perdagangan sesi pagi IHSG mampumenguat 7,07 poin atau 0,11% ke level 6.343.

Yuganur Wijanarko analis KGI Sekuritas menilai bahwa indeks akan dibukukan menghijau dengan diperdagangkan pada rentang support 6.250 dan resistance 6.350.
Dia melanjutkan, meski tidak menyenangkan, investor disarankan agar melakukan cut loss yakni penjualan saham yang dimiliki untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (10/9/2019), IHSG menguat 10,46 poin atau 0,17 persen ke level 6.336,67. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,29 persen ke posisi 992,86.

Sebanyak 203 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 204 saham melemah sehingga menahan penguatan ke level yang lebih tinggi. Di luar itu, 150 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 582.461 kali dengan volume perdagangan 14 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 208,488 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.050.

Menurut Senior Research Analyst Infovesta Utama, Praska Putrantyo peluang penguatan IHSG masih terbuka lebar namun belum terlalu optimis karena pasar masih menanti realisasi pemangkasan suku bunga The Fed dan kelanjutan negosiasi perang dagang AS-China.