JofiPay-Sesuai dengan ekspektasi pasar mengenai suku bunga bank sentral Amerika (The Fed) bahwa akan terjadi pemotongan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin dari 2,25% menjadi 2.00%.
Pada rapat FOMC yang digelar Kamis dini hari pukul 01:00 WIB,The fed memotong suku bunga sebesar 25 basis poin.

Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan memangkas target FFR menjadi 1,75%-2%. Keputusan ini mempertimbangkan implikasi perkembangan global terhadap prospek ekonomi serta tekanan inflasi yang diredam.

Tiga dari 10 anggota FOMC memberikan suara berbeda terhadap keputusan penurunan suku bunga sebesar 25 basis point. Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis James Bullard meminta pemangkasan suku bunga lebih besar, yakni sebesar 50 basis point.
Sementara Presiden Federal Reserve Bank of Boston Eric Rosergren dan Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Esther George memilih untuk mempertahankan suku bunga.

Dalam konferensi pers The Fed mengeluarkan pernyataan resmi bahwa keputusan untuk menurunkan suku bunga ini unutk mendukung pandangan Komite bahwa ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati target 2% merupakan hasil yang paling mungkin. Meski begitu, tantangan tetap akan ada.

Namun, di dalam konferensi persnya, Gubernur The Fed Jerome Powell tidak memberi sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat di masa mendatang, dan mengatakan ekonomi AS masih bagus. Pernyataan Powell ini tidak dovish seperti yang diperkirakan dan membawa indeks dolar AS melambung di pagi hari ini.

Keputusan The Fed ini membuat mayoritas mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,07 persen, ringgit Malaysia melemah 0,14 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, peso Filipina melemah 0,25 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,25 persen.