JofiPay-Memanasnya perang dagang yang dikobarkan oleh AS terhadap negara lain menjadi pemicu ketidak stabilan perekonomian global.Hal ini menyebabkan pembalasan dari negara-negara yang terkena sanksi AS tersebut,negara tersebut adalah Iran,Turki dan Rusia.
Ketiga negara tersebut saat ini sedang merundingkan penggurngan penggunaan dolar AS dalam perdagangan antar negara.

Abdolnaser Hemmati selaku Gubernur Bank Sentral Iran mengatakan "menghilangkan penggaruh greenback dalam perdagangan baru-baru ini sebenarnya sudah dibahas oleh tiga negara akhir pekan lalu diTaheran selamKTT trilateral dalam gencatan senjata Suriah."

Hemmati menambahkan "saat ini kami telah memutuskan untuk melanjutkan pembahasan lebih lanjut pada pertemuan dengan Gubernur Bank Sentral Rusia di Moscow nanti.,"menurut Hemmati topik yang akan dibahas adalah termasuk harga minyak dan gas,perluasan hubungan perbankan dan penguatan hubungan ekonomi.

Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Tayyip Recep Erdogan serta delegasi mereka mengujungi Taheran Minggu lalu untuk pertemuan puncak trilateral di Suriah dan juga untuk membahas perluasan hubungan.
Seperti diketahui baru-baru ini lira Turki terjun ke rekor terendah karena plot mata uang dari AS,dan Turki siap untuk menyingkirkan dolar dalam perdagangan negara itu dengan negara lain.

Erdogan mengatakan bahwa dolar menjadi penghambat bagi perekonomian negara Turki.Erdogan mendesak agar secara bertahap dapat mengurangi monopoli dolar selamanya dengan mengguankan mata uang lokal.
Sedangkan Rusia yang sudah terkena sanksi sejak 2014 mendukung untuk menggunakan mata uang lokal dalam perdagangan dengan mitra utamanya seperti Turki dan China.