JofiPay- Presiden Amerika Serikat (AS),Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% kepada barang masuk dari China yang senilai dengan $300 miliar mulai 1 September mendatang.

Pada hari Jumat (2/8) dalam serangkaian cuitannya, Trump mengatakan akan mengenakan tarif 10% untuk barang-barang impor dari China senilai US$ 300 miliar mulai 1 September 2019, dan menyatakan ia tidak puas dengan negosiasi perdagangan antara kedua negara.

Cuitan Trump membuat pasar saham jatuh dan imbal hasil obligasi pemerintah jatuh ke level terendah dalam hampir tiga tahun.

Ia menuduh China tidak menepati janji untuk membeli produk pertanian AS lebih banyak. Secara pribadi, ia juga mengkritik Presiden Tiongkok Xi Jinping. Kritik ia sampaikan karena Trump menilai Xi telah gagal membendung penjualan fentanil opioid sintetis ke AS.

Sekitar US$ 250 miliar barang impor dari China sudah dikenakan tarif sebesar 25% yang bertujuan menekan China untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Kebijakan perdagangan Trump yang agresif dan kadang-kadang tidak dapat diprediksi sudah menjadi inti argumen yang diajukan Powell untuk menurunkan suku bunga pada Rabu (31/7) lalu dan disetujui oleh Federal Open Market Committee (FOMC) dengan suara 8-2.

Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tarif yang ada dan kebijakan perdagangan Trump lainnya memiliki efek dingin pada sentimen bisnis dan investasi, kata Powell. Lemahnya pertumbuhan global dan inflasi yang rendah juga menjadi faktor dalam keputusan penurunan suku bunga.

Saat ini bola panas ke Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih dari yang diharapkan guna melindungi ekonomi AS dari risiko kebijakan perdagangan.

Jika masalah perdagangan memperuncing perang dagang, analis DRW Holdings Lou Brien mengatakan, "Setiap pemangkasan bunga The Fed lebih lanjut tidak akan lagi dianggap penyesuaian di tengah jalan sepanjang mereka dianggap sebagai kebutuhan untuk mencegah resesi."