JofiPay-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih terpatau stagnan,penanganan atas virus corona membawa sentimen bagi pergerakan rupiah.
Pada perdagangan kemarin, kurs rupiah atas dolar (USD) di pasar spot nyaris stagnan, ditutup dengan kenaikan tipis 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp13.674 per dolar.

Sedangkan hari ini Kamis (13/02) pukul 10:33 WIB rupiah terpantau melemah 0,08 persen atau 11.00 poin menjadi Rp13,685 per dolar AS,yang sebelumnya ditutup di harga Ep13,674 per dolar AS.

Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang utama Asia pun melemah di hadapan greenback. Hanya pelemahan rupiah memang agak lebih dalam ketimbang para tetangganya. Rupiah menjadi mata uang terlemah kedua di Asia, hanya lebih baik dari won Korea Selatan.

Sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri dinilai akan menjadi penentu pergerakan nilai tukar rupiah pada hari ini. Salah satunya adalah komentar Gubernur The Fed Jerome Powell terkait penyebaran virus corona.

The Fed masih memantau kemunculan virus itu serta dampaknya terhadap China dan dunia. Namun demikian, Powell menilai masih terlalu dini untuk memperkirakan seberapa jauh dampak virus itu terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Dolar AS sendiri terus menguat, terutama terhadap mata uang euro. Greenback mencapai level tertinggi lebih dari 2 tahun terhadap euro pada akhir perdagangan Rabu (12/2).