PusatBroker-Pada perdagangan hari Rabu 16/05/2018 Yield Surat Utang Negara berpotensi naik mengikuti kenaikan yield US Treasury.

Yield SUN diperkirakan akan mengalami kenaikan dari posisinya kemarin,hal ini bisa disebabkan oleh kenaikan tajam yield US Treasury dan kemungkinan rupiah kembali melemah,ucap Ahmad Mikail, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia.

Tercatat, Senin (14/5) yield US Treasury jangka menengah atau 10 tahun naik 7 basis poin (bps) ke level 3,06%. Sementara yield US Treasury tenor panjang atau 30 tahun juga naik tajam sebesar 6 bps ke level 3,19%.

Mikail dalam risetnya Rabu (16/05/2018) mengatakan "Kenaikan tersebut terjadi seiring kemungkinan membesarnya defisit anggaran pemerintah AS dan kemungkinan naiknya tingkat suku bunga sebanyak empat kali tahun ini."

Mikail memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun hari ini kemungkinan bergerak di rentang 7,1%-7,6%. Mikail merekomendasikan seri FR0063,FR61 FR0036, FR0057, FR0067, FR0063, FR0043, dan FR0047.

Dialain tempat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan pelemahan 0,98% atau 57,24 poin di level 5.780,88 dan turun 0,33% atau 19,45 poin ke level 5.818,66 pada pukul 09.10 WIB. Pada perdagangan Selasa (15/5), IHSG berakhir melorot 1,83% atau 109,04 poin di level 5.838,12.

Sebanyak 47 saham bergerak menguat, 84 saham bergerak melemah, dan 450 saham stagnan dari 581 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor infrastruktur (-0,70%) dan perdagangan (-0,58%). Adapun sektor pertanian dan tambang bergerak di zona hijau masing-masing dengan kenaikan 0,14% atau 0,04%.